Perkara IndiHome di Kebon Budin
![]() |
Logo IndiHome : Sumber indihome.co.id |
Di zaman yang sudah serba digital ini, internet bukan lagi menjadi suatu kemewahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan. Setiap orang membutuhkan koneksi internet, entah untuk berkomunikasi, mendapatkan informasi atau sekedar menghibur diri lewat berbagai macam platform aplikasi.
Memilki koneksi internet yang lancar tentu menjadi keinginan setiap orang. Tak kecuali juga saya, seorang pemuda biasa yang setiap hari membutuhkan jaringan internet demi melangsungkan pekerjaannya. Meski kadang juga menganggur, tapi kebutuhan akses internet tak bisa dibiarkan nganggur.
Memenuhi kebutuhan internet tersebut, jujur saja saya sering nunut ke seorang teman yang kebetulan menyediakan jaringan Wifi gratis di warung kopinya. Hampir setiap hari saya nongkrong di warung kopi tersebut untuk menikmati fasilitas Wifi gratis itu, tentunya sambil ngopi.
Wiifi gratis di warung kopi bernama Kebon Budin itu terbilang sangat lancar bagi kami yang hidup di pedesaan dan terbiasa dengan kondisi susah sinyal. Namun kondisi tersebut terjadi beberapa tahun yang lalu, sekarang sinyal sudah sangat mudah, personalnya tinggal kuota saya yang menipis.
Karena demi asas pengiritan kota internet itulah, saya hampir setiap hari nunut wifi di warung kopi Kebon Budin. Sebuah coffe shop sederhana yang ada di wilayah pinggiran kota Purwokerto, tepatnya di Desa Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
"Pakai apa, Internetnya lancar dan cepat bangat," tanya saya suatu hari kepada Kang Toyo, owner sekaligus barista di Warkop Kebon Budin.
"IndiHome!" jawab Toyo singkat dan tegas, sembari menyuguhkan segelas kopi yang saya pesan.
"Apa itu IndiHome?" sahut Yanto, pekerja serabutan pasar Ajibarang yang tiba-tiba saja datang entah dari mana.
"Saya kurang paham, saya cuma tahunya IndiHome itu layanan Internetnya Indonesia yang bagus," jawab Toyo dengan wajah polos.
"Nanti tanya ke Mas TM saja Yan, dia lebih tahu soal internet dibandingkan saya," lanjut Toyo.
Mas TM yang dimaksud Kang Toyo tak lain adalah Tri Mulyo, seorang guru komputer di salah satu sekolah swasta yang ada di wilayah Ajibarang. Dia merupakan teman dari kami yang dianggap lebih paham soal teknologi dan internet, karena dia adalah seorang guru komputer, masa tak paham soal internet, soal IndiHome.
"Ya sudah, nanti sore saya ke sini lagi saja, saya mau pergi dulu, cari sesuatu," kata Yanto sambil menyalakan motornya dan berlalu meninggalkan Warkop Kebon Budin dengan pertanyaan, apa itu IndiHome?
Seperti yang sudah di nyana-nyana sebelumnya oleh Kang Toyo, Mas TM sore itu benar-benar datang ke Warkop Kebon Budin, dia datang bersama dengan calon istrinya. Padahal tidak ada janji untuk ketemu dengan guru muda yang juga jago dalam Pramuka itu. Barangkali ini kehendak dari Tuhan, agar Yanto segera mendapat jawaban atas pertanyaannya.
Mas TM pun dengan lugas menjawab pertanyaan Yanto, IndiHome merupakan salah satu produk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berbentuk layanan komunikasi data, meliputi internet, telefon rumah dan televisi interaktif.
"Ini disebut dengan paket 3-in-1, pelanggan tidak hanya mendapat layanan internet, tapi juga mendapat layanan TV berbayar dan saluran telefon. Itu yang menjadi keunggulan IndiHome," kata TM.
Kami semua yang ada di Warkop Kebon Budin mendengar penjelasan Mas TM dengan seksama. Tampak beberapa orang tukang ojek yang sering mangkal di pertigaan Pancurendang juga serius ikut mendengarkan.
"Uniknya, pengunjung dapat memilih pekat yang disedikan oleh IndiHome sesuai dengan kebutuhan. Seperti Kang Toyo ini, dia hanya menggunakan layanan internet dan TV berbayar saja. Biayanya pun disesuaikan dengan paket yang di pake saja, jadi sangat terjangkau sekali untuk kita-kita," jelas TM.
TM lalu menjelaskan Manfaat Internat, khusunya bagi pelaku usaha seperti Kang Toyo ini.
"Melalui internet, Kang Toyo bisa mempromosikan Warkop Kebon Budin lewat media sosial. Aplikasi media sosial itu bisa diakses dengan nyaman jika menggunakan koneksi internet yang lancar. Sehingga promo yang dilakukan oleh Kang Toyo pun bisa berjalan dengan efektif," terang TM.
Kami semua yang ada Warkop Kebon Budin pun hanya bisa manggut-manggut mendengar penjelasan dari Mas TM. Sangat jelas dan mengesankan. Namun setelah selesi guru muda itu menjelaskan IndiHome, kami semua baru sadar jika Yanto tidak ada di Warkop Kebon Budin.
"Tadi dia ke sini, tapi mendengar kaya ada sales lagi promosi, ia memilih untuk pergi lagi. Mungkin pulang," kata salah satu tukang ojek yang sedari tadi ikut mendengarkan bersama kami.
Posting Komentar untuk "Perkara IndiHome di Kebon Budin"